Kayu merupakan material organik yang bersifat higroskopis, artinya ia selalu berinteraksi dengan kelembaban di sekitarnya. Ketika menyimpan kayu yang memiliki tingkat kelembaban tinggi—baik itu kayu yang baru ditebang (green lumber) maupun kayu yang terpapar lingkungan basah—diperlukan penanganan khusus untuk mencegah kerusakan struktural maupun estetika.
Menyimpan kayu dengan kadar air tinggi tanpa prosedur yang benar akan menyebabkan beberapa masalah serius, antara lain:
Tujuan utama dari penyimpanan kayu lembab adalah memastikan sirkulasi udara yang baik agar proses pelepasan kadar air terjadi secara merata dan alami. Berikut adalah langkah-langkah krusial yang harus dilakukan:
Jangan pernah menumpuk kayu secara langsung di atas tanah. Gunakan ganjalan (dunnage) yang cukup tinggi dari permukaan tanah untuk mencegah penyerapan kelembaban tanah melalui kapilaritas. Setiap lapisan kayu harus dipisahkan dengan kayu ganjalan tipis (stickers) yang seragam. Penempatan stiker ini harus sejajar secara vertikal agar beban tertumpu dengan baik dan mencegah kayu melengkung selama proses pengeringan.
Area penyimpanan harus memiliki aliran udara yang bebas. Hindari menyimpan kayu di ruangan tertutup tanpa ventilasi atau di tempat yang terlalu padat. Semakin baik aliran udara yang melewati sela-sela tumpukan, semakin cepat kelembaban berlebih akan terbuang ke atmosfer.
Meskipun kayu butuh udara, ia harus dilindungi dari paparan langsung hujan atau sinar matahari yang terlalu terik. Atap pelindung atau gudang terbuka (open-sided shed) adalah pilihan terbaik. Paparan sinar matahari langsung yang terlalu cepat dapat menyebabkan bagian luar kayu mengering jauh lebih cepat daripada bagian dalam, yang memicu keretakan (end checking).
Ujung kayu adalah area di mana kelembaban keluar paling cepat. Untuk mencegah keretakan pada ujung kayu, disarankan untuk melapisi permukaan ujung kayu dengan bahan sealant khusus atau cat tebal guna memperlambat penguapan di titik tersebut.
Selama masa penyimpanan, sangat penting untuk melakukan pengecekan secara rutin. Gunakan alat pengukur kelembaban (moisture meter) untuk memantau penurunan kadar air. Jika ditemukan tanda-tanda pertumbuhan jamur, segera pindahkan kayu ke area yang memiliki aliran udara lebih kuat atau lakukan pembersihan permukaan dengan larutan anti-jamur yang sesuai.
Menyimpan kayu dengan kelembaban tinggi bukanlah proses yang bisa dilakukan secara sembarangan. Dengan mengutamakan ventilasi yang baik, penggunaan ganjalan yang tepat, serta perlindungan dari cuaca ekstrem, kualitas kayu dapat terjaga dengan baik hingga siap digunakan untuk proses produksi selanjutnya. Kunci utamanya adalah kesabaran dalam membiarkan kayu mencapai kadar air keseimbangan (equilibrium moisture content) secara perlahan dan merata.